
Gombong – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., hadir dalam rangkaian Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Gombong Tahun Akademik 2026/2027. Kehadirannya menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan yang mempertemukan mahasiswa baru dengan berbagai gagasan mengenai pendidikan, pengembangan diri, hingga kesiapan menghadapi kehidupan setelah perkuliahan.
Dalam penyampaian materinya, Dr. Fajar menekankan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pengalaman belajar di luar kelas juga memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan, karakter, serta kesiapan mahasiswa menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga terus mengembangkan kemampuan nonakademik. Pengalaman berorganisasi, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, serta menghadapi berbagai situasi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak kalah penting dibandingkan aktivitas akademik.

Dr. Fajar juga mengingatkan pentingnya pembentukan akhlak dalam proses pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat hadis “Innamā bu‘itstu li utammima makārimal akhlāq”, yang menegaskan pentingnya penyempurnaan akhlak sebagai bagian mendasar dalam kehidupan seorang Muslim.
Semangat untuk terus belajar juga menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada mahasiswa baru. Pesan KH Ahmad Dahlan, “Jadilah guru dan jadilah murid,” diangkat sebagai pengingat bahwa proses menuntut ilmu tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal. Setiap orang perlu terus belajar sekaligus membagikan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya kepada orang lain.
Dalam menghadapi dunia kerja, mahasiswa juga diajak untuk membangun kemampuan beradaptasi sejak berada di bangku kuliah. Pengalaman menjadi aktivis maupun kader organisasi dinilai dapat memberikan bekal penting karena seseorang terbiasa berkomunikasi, bekerja dalam tim, menyelesaikan persoalan, serta berhadapan dengan berbagai karakter dan situasi.
Selain kemampuan akademik dan organisasi, Dr. Fajar turut menyoroti pentingnya membangun portofolio dan profil diri yang positif. Menurutnya, capaian akademik yang baik perlu didukung dengan kemampuan untuk menjelaskan pengalaman, keterampilan, serta potensi diri. Mahasiswa yang mampu menarasikan kemampuan dan pengalamannya akan memiliki bekal lebih kuat ketika memasuki dunia profesional.

Mahasiswa baru juga diajak untuk memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sungguh-sungguh. Kesempatan berada di perguruan tinggi menjadi ruang yang perlu dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan, memperbanyak pengalaman, serta membangun kapasitas diri selama masa perkuliahan.
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, mahasiswa dan kader Muhammadiyah juga diingatkan untuk mampu menjadi perekat di tengah perbedaan. Kemampuan membangun komunikasi, menjembatani perbedaan, serta tetap memberikan manfaat bagi lingkungan menjadi bagian penting dari karakter yang perlu tumbuh bersama proses pendidikan.
Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rangkaian Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru UNIMUGO 2026 memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa baru bahwa perjalanan di perguruan tinggi tidak cukup hanya diukur melalui nilai akademik. Masa kuliah juga menjadi kesempatan untuk membangun karakter, pengalaman, jejaring, keterampilan, dan kemampuan untuk terus berkembang.
Melalui berbagai pesan tersebut, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Gombong diharapkan mampu menjalani masa perkuliahan secara optimal, terus mengembangkan potensi diri, serta tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, adaptif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penulis: Metafora Team